Hujan #1
Hari ini hampir seharian hujan turun di Malang. Hujannya nampak tidak terlalu besar, juga tidak terlalu kecil. Kabar buruknya, niat mau ke kampus jadi hilang setelah melihat hujan dari jendela kostan. Akhirnya kegiatan hanya berkutat di kost bersama penguni yang juga terjebak dengan hujan.
Setelah membaca paragraf di atas, saya sadar hujan membawa dampak yang besar bagi keberlangsungan hidup saya. Jika dilihat dari cerita diatas, semangat saya telah dikalahkan oleh hujan. Padahal bisa saja saya menerobos hujan dengan memakai payung, jas hujan, minta dianterin temen, atau pesen go-car. Kalau begitu kan saya terlihat lebih berjuang dan unbeatable. What a lazy human!
Kejadian ini beda sekali dengan saat saya di SD, MTs dan MA. Saya sedih kalau bapak bilang ini waktu mau berangkat ke sekolah
"Tunggu hujan agak reda ya, gurumu pasti maklum kalau telat".
Saat itu saya bilang "Bodo amat, mau sekolah pokoknya, nggak mau telat" di dalam hati sambil muka manyun. Kalau udah liat muka itu bapak kayak nggak tahan gitu liatnya, terus bilang
"Bentar ya, bapak taruh dimana ya jas ujannya kemarin"
"Maa, dimana jas ujan? minta tolong ambilin"
"Nak pake jas ujan ya!"
Jujur, sangat nggak nyaman pake jas ujan di motor tapi waktu itu saya harus tetep pakai.
Kadang di perjalanan ke sekolah jalannya ada yang banjir, dan kalau udah kayak gitu sepatu beserta isinya pasti basah. Waktu itu bagiku bukan masalah, the most important is i must go to school. I was like bodo amat people.
Mundur lagi ke zaman SD, waktu kelas 3 atau kelas 4 (lupa) pernah disuruh mengarang puisi tentang alam. Entah mengapa saya memilih judul "Hujan", dan saya samar-samar ingat ada penggalan kalimat yang berbunyi
"walau hujan saya berangkat sekolah" (Asli)
Wah, betapa hujan bukan masalah besar buat saya agar bisa ke sekolah. Saat itu, penyakit demam panas merupakan satu-satunya alasan saya absen di sekolah.
Sekarang? zaman mahasiswa kalo hujan dikit aja jadi alasan buat telat ke kelas
"ahh paling banyak yang telat ntar"
"paling dosennya telat juga"
"dosennya ngerti lah kalo hujan"
"kalo hujan biasanya anak-anak nggak masuk"
"yee ujan, semoga kelasnya libur"
DANG! Mental mahasiswa kalah sama mental anak SD (what the>>). Sampe selesai nulis ini pun aku malu sama diriku sendiri. Get well soon ka.
Comments
Post a Comment